Sejarah Desa Jernih Jaya

Awal mula terbentuknya Desa Jernih Jaya oleh sebagian Masyarakat setempat khususnya warga asli suku Kerinci dipercaya bahwasanya Desa Jernih Jaya terbentuk berdasarkan sebuah legenda, yang dikenal dengan “legenda Sima angkut”. Legenda Simanangkut menceritakan tentang seorang manusia sakti yang memiliki nama Simanangkut, seorang laki-laki yang memiliki kesaktian yang sangat hebat. Hingga saat ini masih dipercayai bahwa Simanangkut adalah manusia sakti atau orang sakti.

Menurut legenda yang diwariskan secara turun temurun, Simanangkut atau orang sakti berasal dari minang kabau yang diutus oleh para pemangku adat untuk memperluas daerah kekuasaan kerajaan Minang Kabau. Sesampainya Simanangkut di Desa Jernih Jaya (yang pada saat itu masih belum memiliki nama) langsung menuju ke arah rawa bento untuk mencari ikan di sana dengan menggunakan tombak sebagai senjatanya. Sesampainya Simanangkut di Rawa Bento melihat banyak terdapat rusa hutan yang sedang berkeliaran mencari makan. Melihat ada banyak rusa berkeliaran di rawa muncullah niat hati dari Simanangkut untuk berburu. Dengan menggunakan tombak yang dimilikinya, Simanangkut beserta kekuatan sakti yang dimilikinya berhasil menangkap beberapa ekor rusa. Rusa-rusa hasil tangkapan Simanangkut dipindahkan ke dalam sebuah pondok yang terletak tak jauh dari Rawa Bento dan melanjutkan mencari kayu bakar di sekitar hutan. Sementara Simanangkut pergi mencari kayu bakar di dalam hutan, pondok yang berisi rusa-rusa hasil buruan Simanangkut ditinggalkan begitu saja dengan kondisi terbuka. Tujuan Simanangkut mencari kayu bakar adalah untuk membuat api sehingga asapnya bisa dia gunakan untuk mengasapi pondoknya. Pada saat itu Desa Jernih Jaya yang masih berupa hutan belantara banyak didiami oleh binatang buas, salah satunya yaitu Harimau (menurut catatan sejarah, Kabupaten Kerinci merupakan habitat harimau asli Sumatra).

Ketika Simanangkut sedang pergi untuk mencari kayu bakar di hutan, datanglah Harimau mendekati pondok Simanangkut, dengan penciuman harimau yang memang terkenal sangat tajam, mencium bau darah rusa-rusa hasil buruan Simanangkut. Harimau berjalan mendekati pondok Simanangkut, dalam keadaan lapar harimau itu masuk ke dalam pondok milik Simanangkut yang terbuka tanpa pengamanan sehingga memakan salah satu dari beberapa rusa hasil buruan Simanangkut tersebut. Sementara harimau memakan rusa, Simanangkut pun telah selesai mencari kayu bakar. Betapa terkejutnya Simanangkut sesampainya di pondok dan bahkan sebelum sempat meletakan kayu bakar yang dibawanya Simanangkut melihat Harimau sedang melahap rusa hasil buruannya.

Melihat hal itu Simanangkut marah dan bergegas meletakan tumpukan kayu bakar yang ia bawa dari hutan, dengan mengambil tombak saktinya untuk membinasakan si Harimau yang sudah melahap rusa hasil buruannya. Harimau yang tengah asik menyantap rusa hasil buruan Simanangkut itu pun terkejut mengetahui kehadiran si Orang Sakti ke dalam pondok itu. Dengan wajah murka penuh amarah Simanangkut menghunuskan tombak saktinya ke badan si Harimau. Harimau yang merasa

terusik dengan kehadiran Simanangkut melakukan perlawanan untuk membalas serangan Simanangkut. Akhirnya terjadilah pertarungan hebat di dalam pondok itu antara Orang Sakti alias Simanangkut dengan si Harimau. Pertarungan yang terjadi di dalam Pondok antara Simanangkut dan si Harimau berlangsung cukup alot karena keduanya sama-sama memiliki kekuatan yang sama hebatnya. Simanangkut adalah Orang Sakti yang memiliki banyak kesaktian hebat begitu juga dengan si Harimau terkenal sebagai raja hutan yang memiliki kekuatan alam sebagai penguasa hutan. Pertarungan itu pun harus berakhir dengan tragis tanpa ada yang jadi pemenangnya. Dikisahkan baik Simanangkut dan si Harimau akhirnya sama-sama tewas pada pertarungan yang terjadi di dalam pondok itu. Menurut legenda jasad Simanangkut pada waktu itu dimakamkan di sekitar pondok tersebut dekat dengan Rawa Bento. Demikianlah kisah Simanangkut yang menjadi awal mula terbentuknya Desa Jernih Jaya versi Legenda. 

Cerita ini dikisahkan kembali oleh beberapa orang penduduk wanita yang berdasarkan keterangan penduduk setempat adalah masih keturunan dari Orang Sakti atau Simanangkut. Sebagian masyarakat Desa Jernih Jaya masih meyakini bahwa Simanangkut atau Orang Sakti adalah sebagai pelindung mereka dan sebagai petunjuk arah bagi mereka dengan istilah sebagai arah ajun bagi penduduk setempat.Bahkan sampai saat ini pun mereka masih sering mengadakan ritual seperti memotong kambing di dekat Rawa Bento sebagai bentuk permintaan izin kepada Simanangkut. Menurut keterangan masyarakat setempat dipercaya bahwa Orang Sakti yang bernama Simanangkut ini bisa berubah-ubah wujudnya ke dalam beberapa versi. Ada kalanya ia menyerupai Naga ataupun sebongkah kayu di sungai atau Rawa. Ketika ada orang yang tenggelam atau butuh pertolongan maka Simanangkut akan datang menolong menyerupai sebongkah kayu tersebut. Sebagian Masyarakat percaya bahwa Simanangkut memiliki sifat yang baik dan selalu menolong serta melindungi penduduk setempat. Sampai saat ini penduduk setempat masih melestarikan beberapa peninggalan warisan yang mereka percaya sebagai peninggalan Simanangkut. Berbagai benda tersebut di simpan pada sebuah rumah keramat. Benda benda tersebut antara lain Sebuah batu yang bernama Batu Sentiko Burung yang dipercaya oleh Masyarakat setempat memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit. Ada juga pusaka lain berupa mangkuk putih serta tombak yang pernah digunakan oleh Simanangkut. Rumah keramat ini lokasinya bersebelahan dengan makam keramat yaitu makam yang dipercaya warga sebagai makam Simanangkut yang telah dipindahkan dari lokasi lama yaitu di sekitar Rawa Bento berpindah di dekat Rumah Keramat dimana pemindahan makam tersebut dilakukan oleh beberapa orang warga. Pada awalnya Desa Jernih Jaya dikenal dengan nama Kampung Pesisir Bukit. Hal tersebut menurut keterangan yang diperoleh dari para tetua tengganai yang merupakan narasumber (Bapak Drs. Almuaz Kades pertama Desa Jernih Jaya) bahwa masyarakat setempat pada saat itu memberi namaKampung Pesisir Bukit dikarenakan posisi Desa diapit oleh dua bukit dan di tengahnya mengalir sebuah sungai yang diberi nama sungai pesisir bukit, Sistem pemerintahan di Kampung pada saat itu diistilahkan dengan nama Kemendapoan Kampung Pesisir Bukit yang dikepalai oleh seorang kepalakampung. Seiring dengan berjalannya waktu, kampung Pesisir Bukit berganti nama menjadi Kampung Muaro Jernih dengan sistem pemerintahan yang bernama Kemendapoan Rawa Bento. Sistem Pemerintahan Kemendapoan berganti istilah menjadi Sistem pemerintahan Kepala Desa sehingga berganti nama pulalah Kampung Muaro Jernih dengan nama Desa Jernih Jaya sampai saat ini.

Filosofi yang mendalam atas pemberian nama Desa Jernih Jaya berasal dari makna bahwa;

❖ Jernih yang berarti bening yaitu desa memiliki sungai dengan air yang sangat jernih dan bening, mengalir di antara dua bukit yang dinamai sungai pesisir bukit oleh masyarakat setempat.

❖ Jaya yang berarti kejayaan dengan tujuan agar desa yang memiliki air yang jernih ini selalu jaya sepanjang masa.

Dengan demikian Nama Desa Jernih Jaya diberikan agar Desa yang memiliki makna air yang jernih dan bening ini dapat terus jaya sepanjang masa.

TENTANG KAMI

Selamat datang di situs sikampung.unja.ac.id  dan terima kasih banyak atas kunjungan anda.Situs ini dikelola dan dimiliki oleh BUMDES Rawa Bento Jernih Jaya , sebuah BUMDES  yang berbasis di Wisata Rawa Bento, yang menyelenggarakan atau menyediakan jasa perjalanan wisata ke Rawa Bento, baik untuk wisatawan perorangan atau individu, keluarga, rombongan, ataupun perusahaan/instansi.

MEDIA SOSIAL RAWA BENTO
Ikuti sosial media RAWA BENTO  untuk selalu terhubung & mendapatkan info terbaru.